Fenomena kebakaran berulang yang sempat menghebohkan warga Padukuhan Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, akhirnya menemukan penjelasan ilmiah. Tim investigasi dari UPN “Veteran” Yogyakarta yang turun langsung ke lokasi mengungkap bahwa kemunculan api bukan disebabkan oleh faktor mistis, melainkan berkaitan dengan kondisi geologi bawah permukaan.
Hasil investigasi tersebut disampaikan oleh Pakar Geologi sekaligus Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. R.M. Basuki Rahmad, M.T.. Berdasarkan pengamatan lapangan dan analisis yang dilakukan tim, ditemukan indikasi kuat adanya akumulasi gas metana (CH4) alami yang terperangkap di dalam batuan bekas lingkungan rawa. Gas tersebut kemudian bermigrasi ke permukaan melalui rekahan atau celah tanah dan menjadi sangat mudah terbakar ketika bertemu sumber pemicu api.
Dalam proses investigasi, tim UPN juga menelusuri area sekitar lokasi kejadian dan menemukan indikasi sumber gas di kawasan sungai yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah warga terdampak. Di lokasi tersebut ditemukan singkapan batuan berwarna gelap serta gelembung-gelembung gas yang muncul dari genangan air. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa wilayah tersebut merupakan bekas rawa yang menyimpan material organik penghasil gas metana alami.
Menurut Prof. Basuki Rahmad, material organik yang tertimbun selama ribuan tahun di lingkungan rawa mengalami proses pembusukan tanpa oksigen (anaerob) sehingga menghasilkan kantung-kantung gas metana di bawah permukaan tanah. Ketika tekanan gas meningkat, gas dapat bermigrasi ke area lain melalui jalur rekahan batuan dan tanah hingga mencapai permukaan. Kondisi inilah yang diduga menjadi penyebab utama munculnya api yang berulang kali membakar perabot rumah tangga milik warga.
Sebagai tindak lanjut, tim FTME UPN “Veteran” Yogyakarta merekomendasikan pemantauan berkala terhadap lokasi terdampak, termasuk pemeriksaan sumur warga dan area yang memiliki retakan tanah atau lantai. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga sirkulasi udara agar gas tidak terakumulasi dalam ruang tertutup. UPN “Veteran” Yogyakarta bersama pihak terkait akan terus melakukan kajian dan mitigasi guna memastikan kondisi kawasan tetap aman bagi masyarakat.
Fenomena di Seyegan ini menjadi contoh penting bagaimana pendekatan ilmiah dan keahlian akademisi dapat memberikan penjelasan berbasis data terhadap peristiwa yang menimbulkan keresahan di masyarakat. Melalui investigasi lapangan yang komprehensif, tim UPN “Veteran” Yogyakarta berhasil mengungkap aspek geologi yang mendasari kejadian tersebut sekaligus memberikan rekomendasi mitigasi untuk mencegah risiko serupa di masa mendatang.